Diary & Daily Jokes


Sebelumya mohon maaf kalau pembaca kurang nyaman kali ini saya tulis dalan bahasa Indonesia, rasanya lebih enak kalo pakai bahasa Indonesia.

Hari Rabu tgl 31 Maret, saya biasa berangkat kerja jam 5.30. Karena tadi malam seperdelapan final piala champion, apalagi yang main MU, saya terpaksa nonton. Karena nonton bola semalam berangkat jam 5.30 tuh mata susah banget tuk melek akhirnya berangkat kerja sambil ngantuk2. Dari pada berakibat fatal karena trauma juga gara2 ngantuk jatuh dari motor, gak mau kejadian lagi akhirnya berhenti dulu sebentar seadanya untuk ngopi dan cari gorengan.

Kemudian sekitar sepuluh menit berangkat lagi dan sampai di 100 meter sebelum prapatan Mampang ada rame2, karena pengin tau berhenti sebentar untuk liat ada kejadian apa. TErnyata abis ada tabrakan motor srempetan dengan motor sekitar 15 menit yang lalu. 2 korban yang ada dibiarkan aja dalam keadaan yang satu pake pakaian putih biru(anak sekolah SMP) ga sadar luka parah keluar darah dari hidung dan telinga dan yang satu lagi pake pakaian putih hijau muda pendek (kemungkinan anak sekolah SD) dalam keadaan luka parah mesti dalam keadaan sadar. Mereka dibaringkan begitu saja dipinggir jalan kemungkinan sambil menunggu polisi. Sementara yang satu lagi kakinya dalam keadaan luka parah dan lagi merintih didekat motornya. Beberapa orang coba menolong dengan cara; ada yang cari identitas korban, menanyakan kejadiaanya. Tapi dalam pikiran saya ini korban dalam keadaan parah kenapa ga ada yang peduli langsung menolong. Setau saya memang katanya kalau ada kejadian seperti itu orang pada ga mau repot berurusan sama polisi.

Karena saya merasa kasihan dan spontanitas saja, saya coba membantu sebisanya. Setelah ada yang bantu menyetop taksi even sopir taksi pun susah untuk berhenti diminta tolong. Setelah taksi berbenti saya coba bantu angkat korban ke taksi begitu saya mau coba angkat korban, tuh orang sekeliling ga ada yang tergerak untuk bantu ngangkat korban. Akhirnya dengan sedikit suara keras saya bilang ” ayo bantuin angkat mas”. Akhirnya ada beberapa yang bantu angkat ke mobil. Memang dalam waktu bersamaan polisi datang dan suruh bawa korban ke RSPP. Karena kebetulang tempat kerja saya dekat RSPP saya kawal taksi sekalian bawa korban satu lagi yang luka parah kakinya ke RSPP. Sesampai di RSPP, petugas RSPP  melayani dengan baik dan cepat. Selama ini apa yang dikatakan orang pelayanan rumah sakit biasanya bertele2 ternyata yang saya lihat di RSPP ga ada masalah mereka bereaksi cepat. Ya mungkin karena kebetulan karena korbannya anak sekolah… (kata teman2 setelah saya cerita ke temen2 di kantor).

Yang jelas saya sendirian di RSPP.  Sambil menunggu keadaan korban saya coba cari informasi keluarga korban. Setelah petugas coba tanya korban yang masih sadar ( anak SMP) petugas ga dapat informasi meskipun dia bicara suaranya ga kedengeran. Setelah di cek , sweaternya dibuka ternyata dia anak sekolah SLB. Tadinya saya kira suaranya ga keluar karena masih shock…. Sementara yang satu lagi (anak SD) ga sadar dipasang infus dan alat detak jantung. Ngliat keadaanya serem juga. Sementara yang satu lagi setelah diobati menelpon keluarganya.

Sambil menuggu perawatan saya coba telpon ke sekolah dimana kedua anak tersebut bersekolah setelah sekitar 30 menit pihak sekolah dateng. Sementara polisi dateng 10 menit sebelumnya. Dalam hati saya (kayak apa sih urusannya sama polisi kalo bantu korban kecelakaan). Setelah saya salaman dan cerita kejadiannya, polisi mengidentitas korban dan saya nunggu diluar.  Setelah pihak sekolah dateng , ngobrol sedikit, kemudian saya pamit untuk kembali ke kerjaan.

Tadinya yang saya bayangin  ribet urusannya kalau bantu kecelakaan dijalan ternyata ga tuh. Polisi juga memberi apresiasi ke kita, rumah sakit juga bertindak /reaksi cepat. Dan saya juga ga ada masalah karena memang saya sudah menghubungi kantor saat kejadian.

Jujur aja saya dapat banyak dapat pengalaman berharga dari kejadian ini:

  1. Ga kebayang kalau kejadiaan ini menimpa pada kita atau keluarga kita sementara orang sekitar kurang peduli
  2. Selama ini anggapan urusan dengan polisi repot ternyata yang saya alami ga ada masalah. Sementara pihak rumah sakit juga menangani dengan cepat (thanks buat RSPP)
  3. Pelajaran berharga banget buat ortu hati2 kasih kebebasan anak. Ga kebayang anak SLB, level SMP sudah bawa motor memang anak tersebut badannya besar mungkin sudah punya SIM. Tapi di cek di dompetnya ga ada tuh SIMnya.
  4. Buat siapapun, kalau mau menolong orang dan mampu lakukan aja yang ikhlas. Yakinlah Allah bersama kita.
  5. Semoga cerita kejadian ini ada manfaat buat saya pribadi dan yang ngebacanya.

A fellow decides to take off early from work and go drinking. He

stays until the bar closes at 2am, at which time he is extremely

drunk. When he enters his house, he doesn’t want to wake anyone, so

he takes off his shoes and starts tip-toeing up the stairs. Half-way

up the stairs, he falls over backwards and lands flat on his rear

end.

That wouldn’t have been so bad, except that he had couple of empty

pint bottles in his back pockets, and they broke, and the broken

glass carved up his buttocks terribly. But, he was so drunk that he

didn’t know he was hurt. A few minutes later, as he was undressing,

he noticed blood, so he checked himself out in the mirror, and, sure

enough, his behind was cut up something terrible. Well, he repaired

the damage as best he could under the circumstances, and he went to

bed.

The next morning, his head was hurting, and his rear was hurting,

and he was hunkering under the covers trying to think up some good

story, when his wife came into the bedroom.

“Well, you really tied one on last night,” she said. “Where’d you

go?”

“I worked late,” he said, “and I stopped off for a couple of beers.”

“A couple of beers? That’s a laugh,” she replied. “You got plastered

last night. Where the heck did you go?”

“What makes you so sure I got drunk last night, anyway?”

“Well,” she replied, “my first big clue was when I got up this

morning and found a bunch of band-aids stuck to the mirror.”

One Response

  1. Saya sih pernah dengar, Mr Arifin, katanya ada yang nolong orang, nah yang nolong itu ditanga-tanya polisi, abis itu ditangkap. saya juga pernah liat ada yang kecelakaan di pasar, nggak ada yang peduli gara-gara cerita itu.
    Berarti cerita itu nggak benar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.