KISI-KISI UN SMP 2017/2018


Hi Guys, These are the test specifications for National Exam 2017/2017. We hope this can guide you to learn much more harder to face your National Exam. Good luck and do the best
https://drive.google.com/file/d/0B2_nI4Pqp28JV1czM25GMXBqeTA/view?usp=sharing

Advertisements

KISI-KISI PTS SMT 1 KLS IX SMPN 255 JKT 2016


https://drive.google.com/file/d/0B2_nI4Pqp28JVjZkVVlBeWhrR1U/view?usp=sharing

Teaching experience 1


How easy and beneficial of using quipper  online application. This CLMS is very appicable. Just click and drag, students are able to do a lot of activities. We can assign our students from the materials provided by quipper. Even, we can get the results as soon as students completed their tasks. Last but not least, we can design our own courses which can be shared to our students. Thanks so much for your kindness the quipped team.

SEKITAR GURU PEMBELAJAR TATAP MUKA (TP)


Guru sebagai pendidik pada jenjang satuan pendidikan dasar dan menengah memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan peserta didik sehingga menjadi determinan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Sedemikian pentingnya peranan guru dalam pendidikan diwujudkan dalam Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mengamanatkan adanya pembinaan dan pengembangan profesi guru sebagai aktualisasi dari profesi pendidik.
Untuk merealisasikan amanah Undang-Undang sebagaimana dimaksud, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan program Guru Pembelajar bagi semua guru, baik yang sudah bersertifikat maupun belum bersertifikat. Untuk melaksanakan program Guru Pembelajar tersebut, telah dilakukan pemetaan kompetensi melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) di seluruh Indonesia sehingga dapat diketahui kondisi objektif guru saat ini dan kebutuhan peningkatan kompetensinya. Data guru peserta UKG tahun 2015 tercantum dalam tabel berikut.
Tabel 1.1. Data Guru Peserta UKG tahun 2015 No Satuan Pendidikan Jumlah Peserta UKG
1
TK
252.631
2
SD
1.389.859
3
SLB
21.287
4
SMP
561.164
5
SMA
254.166
6
SMK
220.409 Total 2.699.516
Sumber Data : UKG 2015 Ditjen GTK
Hasil UKG pada tahun 2015 menunjukkan nilai rata-rata nasional yang dicapai adalah 56,69, meningkat dibandingkan nilai rata-rata nasional dari tahun sebelumnya yaitu 47 dan sudah melampui target capaian nilai rata-rata nasional tahun 2015 yang ditetapkan dalam Rencana Strategis Kementerian Pendidkan dan Kebudayaan yaitu 55. Walaupun demikian hal tersebut tetap menjadi cambuk bagi pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, untuk berusaha lebih keras lagi agar dapat mengejar target yang ditetapkan pada tahun 2016 yaitu 65. Untuk itu Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan mengembangkan program peningkatan kompetensi guru berdasarkan hasil UKG 2015 yang disebut dengan program Guru Pembelajar.
Program Guru Pembelajar adalah program peningkatan kompetensi bagi guru yang melibatkan partisipasi publik meliputi pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, orang tua siswa, serta dunia usaha dan dunia industri, dalam bentuk kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat), kegiatan kolektif guru, dan kegiatan lain yang mendukung.
Program diklat sebagaimana dimaksud dilaksanakan dengan menggunakan tiga moda pembelajaran, yakni tatap muka, pembelajaran dalam jaringan (daring), dan pembelajaran kombinasi antara tatap muka dengan pembelajaran dalam jaringan (daring kombinasi). Agar program Guru Pembelajar dapat dilaksanakan secara efektif, efisien, dan sesuai prosedur, khususnya dengan moda tatap muka, maka disusun petunjuk teknis (juknis) ini.
B. Dasar Hukum
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil.
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013.
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.
6. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
7. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 14 Tahun 2010 dan Nomor 03/V/PB/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya.
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.
9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar
Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor.
10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 32 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru Pendidikan Khusus.
11. Peraturan Menteri Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
12. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2012 tentang Uji Kompetensi Guru.
13. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2015-2019.
14. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan.
15. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.
16. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2015 tentang Organisasidan Tata Kerja Kementerian dan Pendidikan dan Kebudayaan.
17. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Tujuan
Juknis ini disusun untuk digunakan sebagai acuan kerja bagi semua institusi yang akan melaksanakan Diklat Moda Tatap Muka baik untuk guru kelas, guru mata pelajaran/paket keahlian dan guru bimbingan konseling untuk semua jenjang pendidikan.
D. Sasaran
Juknis ini disusun untuk digunakan oleh institusi pembina dan/atau pelaksana Diklat Moda Tatap Muka, yaitu:
1. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
2. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
3. Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kelautan dan Perikanan, Teknologi dan Komunikasi
4. Dinas Pendidikan Propinsi dan Kabupaten/Kota
5. Institusi pengembangan kompetensi guru lainnya baik di pusat maupun di daerah.
E. Pengertian
Diklat Moda Tatap Muka merupakan bagian dari sistem pembelajaran, di mana terjadi interaksi secara langsung antara fasilitator dengan peserta. Interaksi pembelajaran yang terjadi dalam moda tatap muka meliputi pemberian input materi, tanya jawab, diskusi, latihan, praktik, dan/atau penilaian.
Yang termasuk moda tatap muka adalah tatap muka penuh dalam satu blok waktu tertentu, tatap muka tidak penuh (in-on-in), dan tatap muka dalam kegiatan kolektif guru yaitu Pusat Kegiatan Gugus (PKG) untuk guru TK, Kelompok Kerja Guru (KKG) untuk guru SD, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk guru SMP/SMA/SMK, dan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK).

Sumber: Modul Pelatihan Instruktur Nasional Guru Pembelajar Moda Tatap Muka

kisi-kisi uas kls 9 SMPN 255


Kisi-kisi UAS B.Inggris SMP Kls 9_Smt Genap_2014-2015

WELCOME TO MY BLOG GUYS!


‘PAK DOKTER,” AKU GAMBAR YA?”


Itulah kata-kata yang terdengar dari anakku Ardhani (Dhani) anak keduaku yang masih berumur 6 tahun. Saat itu aku mengajak kakaknya, anak pertamaku  Fikri yang berumur 8 untuk khitan pada libur sekolah semester.Fikri setuju dan siap dikhitan karena katanya,beberapa teman disekolahnya sudah pada khitan.

Dari pada dua kali punya hajat dansekalian hemat waktu akhirnya aku tawari anak keduakku untuk khitan juga.Pelan-pelan aku dan istriku coba untuk merayunya, dan, pada akhirnya dia mau untuk khitan bersama kakaknya (sekali lagi tidak ada paksaan sama sekali).

Tanpa pikir panjang karena, keduanya mau dan siap aku bawa merekaa ke dokter untuk observasi dulu, tapi akhirnya istriku tanya ke dokter biar sekalian hemat biaya, “Bagaimana kalau langsung khitan saja dok?. Dokter menyanggupi  dan anakku pun dengan bercanda-canda siap untuk dikhitan.

Sebelum dikhitan, dokter menjelaskan manfaat khitan dan proses khitan itu sendiri. Yang menarik adalah ketika dokter menggambar pada kami proses khitan. Ketika dokter menggambar dan menjelaskan dengan jenaka proses khitan, anak ku  yang kedua Dhani mengambil gambar itu dan bilang ke kakaknya Fikri: ” Mas diwarnai yuk!”

Aku dan istriku tertawa geli dan dokterpun langsung menarik gambar itu dan bilang ” hei jangan ga boleh!”.

Alhamdulillah proses khitan berjalan normal anak-anak masuk satu persatu tanpa ditemanin siapapun. Sesuai dengan saran dokter kepada anak kami “kalau mau dikhitan harus berani, masuk ke ruangan tanpa Ummi dan Abinya. Selesai khitan merekah berjalan keluar dengan sedikit “ngankang” tapi yang bikin aku dan istriku bangga keduanya ga ada yang nangis.

Semoga mereka cepat sembuh, tumbuh kembang menjadi anak yang sholeh, bertambah iman dan ibadahnya.

Ada beberapa pelajaran dari apa yang aku ceritakan semoga bermanfaat bagi pembaca.

  1. Jauh-jauh hari berikan informasi yang baik dan lengkap kepada anak jika kita punya rencana terhadap anak kita. Sehingga anak tahu maksud kita dan tidak ada rasa keterpaksaan untuk melakukannya.
  2. Cari referensi, dalam hal ini dokter yang sudah banyak dipercaya oleh masyarakat. Saya juga dapat referensi dokter ini dari teman. Dokter ini specialis bedad, senior, sabar dan jenaka menghadapi anak-anak.
  3. Ketika anak sudah siap khitan ga usah ditunda-tunda, yang jelas kita sudah siapkan dana jauh-jauh hari untuk pelaksanaannya. Begitu anak siap kita tinggal laksanakan. Untuk urusan-urusan yang lain; syukuran atau ceremonial yang lain saya kira bisa diatur. (kalau ada dana)

Sekian terimakasih, semoga bermanfaat